Jakarta - Warren Buffet adalah orang terkaya ketiga di
dunia. Kekayaan bos Berkshire Hathaway ini ditaksir mencapai US$ 72,6
miliar atau sekitar Rp 871 triliun.
Di dunia pasar modal, Buffet adalah seorang legenda hidup. Strategi investasi pria berusia 84 tahun ini banyak diikuti oleh para pelaku pasar.
Seperti dikutip dari news.com.au, Rabu (14/1/2015), ternyata strategi investasi Buffet tidaklah terlampau rumit. Buffet mmenggambarkannya dengan mengutip slogan salah satu produsen alat-alat olahraga tenar asal Amerika Serikat (AS).
Di dunia pasar modal, Buffet adalah seorang legenda hidup. Strategi investasi pria berusia 84 tahun ini banyak diikuti oleh para pelaku pasar.
Seperti dikutip dari news.com.au, Rabu (14/1/2015), ternyata strategi investasi Buffet tidaklah terlampau rumit. Buffet mmenggambarkannya dengan mengutip slogan salah satu produsen alat-alat olahraga tenar asal Amerika Serikat (AS).
1. Lakukan Saja
"Hal yang
terpenting untuk dilakukan adalah, lakukanlah (just do it). Jangan lihat
apa yang ditulis di koran atau yang dikatakan orang di televisi.
Sisihkan saja sedikit uang setiap bulan, lalu tempatkan di instrumen
investasi yang paling murah," papar Buffet.
2. Lakukan Secara Rutin
Bila Anda seorang pekerja kantoran dan tidak
melakukan hal itu, Buffet menyebutkan Anda hanya akan bisa mencukupi
kebutuhan dasar ketika pensiun nanti. Jangan harap bisa menikmati lebih
dari itu.
"Jangan berinvestasi dengan berharap sesuatu dalam
beberapa tahun mendatang. Berinvestasilah dengan rutin setiap bulan, dan
kelak Anda akan mendapatkan hidup yang nyaman," tutur Buffet.
3. Jangan Terlalu Pilih-pilih
Dalam hal memilih saham, Buffet berpesan jangan
terlalu pemilih. Ada ratusan saham di pasar modal, koleksi sebanyak
mungkin. Usahakan portofolio Anda harus lengkap, sebaiknya tidak fokus
pada satu sektor saja.
4. Selalu Melawan Pasar
"Setiap hari, harga saham
naik-turun. Saya mengibaratkan ada seorang sosok bernama Tuan Pasar, dia
orang gila dan pemabuk. Kadang dia sangat bersemangat, tetapi kadang
dia sangat murung," sebut Buffet.
Ketika si Tuan Pasar sedang bersemangat, lanjut Buffet, di situlah kesempatan Anda untuk menjual. Sebaliknya ketika Tuan Pasar sedang murung, belilah sebanyak-banyaknya.
Ketika si Tuan Pasar sedang bersemangat, lanjut Buffet, di situlah kesempatan Anda untuk menjual. Sebaliknya ketika Tuan Pasar sedang murung, belilah sebanyak-banyaknya.
5.Jangan Pakai Perasaan
Satu
lagi pesan Buffet, ada baiknya Anda tidak membawa perasaan dalam
berinvestasi. Tetap berpikir jernih dan jangan sekedar membebek tren
pasar.
"Ketika orang takut, yang lain ikut takut. Saat orang bernafsu, semua ikut bernafsu. Emosi atau perasaan itu menular, dan emosi tidak ada hubungannya dengan investasi," tegas Buffet.
"Ketika orang takut, yang lain ikut takut. Saat orang bernafsu, semua ikut bernafsu. Emosi atau perasaan itu menular, dan emosi tidak ada hubungannya dengan investasi," tegas Buffet.
0 komentar:
Post a Comment